Arsip Kategori: PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

Penelitian Tenun Ikat Kecamatan Raimanuk

Kain tenun dihasilkan melalui teknik memintal dan memadatkan dua benang dari dua sisi berlawanan (lungsi dan pakan) dengan menggunakan seperangkat alat tenun. Teknik dan peralatan menenun ini masuk ke Nusantara bersamaan dengan diperkenalkannya kapas sebagai sumber serat yang penting dalam kebudayaan menenun. Bukti arkeologis cenderung menganggap kapas ada sekitar 3500 tahun SM di India dan 3000 tahun SM di Peru, Amerika Selatan (Wilson, 1979). Melaui jalur perdagangan kapas diperkenalkan di nusantara. Masuknya kapas ke nusantara bersamaan dengan pengenalan teknik memintal dan menenun.

Tenun berkembang di nusantara dan dalam perjalanan waktu serta berkembangnya kreativitas dan daya cipta setiap komunitas melahirkan keragaman motif yang indah yang menghiasi  nusantara. Desa Faturika dan sekitarnya di kecamatan Raimanuk, kabupaten Belu adalah salah satu daerah di Nusantara yang masih memelihara dan mempertahankan keindahan dan kekhasan motif tenunannya. Keindahaan motif menjadi sangat realtif jika dibandingkan dengan keunikan kandungan nilai atau filosofi di balik motif tersebut. Di dalam motif ini terbentang aneka rupa pemahaman manusia tentang keindahan itu sendiri, tentang dinamika sejarah hidup manusia, kontak budaya dan asimilasi, kedudukan sosial serta berbagai fungsi sakral dan profan yang ada. Beberapa hal ini yang menjadi faktor penarik utama pada peminatan atas kain tenun. Tanpa motif, kain tenun hanya selembar kain biasa. Keunggulan ini dapat harus dapat didokumentasikan agar dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik dalam rangka membangun ketahanan budaya masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan tersebut.